Bencana Banjir di DAS ARUI

Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang dibatasi oleh pembatas topografi, yang merupakan satu kesatuan sungai dan anak-anak sungainya yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami. Berdasarkan wilayah kerja BPDASHL Remu Ransiki terdapat empat das yang menjadi prioritas pengelolaan, diantaranya: Das Prafi, Das Arui, Das Wosi dan Das Rufei. Ke empat das tersebut masing-masing berada pada daerah dan karakteristik yang berbeda-beda.
Das Rufei terletak di Kabupaten Sorong, sedangkan tiga das lainnya berada di Kabupaten Manokwari. Masing-masing das prioritas di bawah naungan BPDASHL Remu Ransiki dilengkapi dengan bangunan Stasiun pengamatan arus sungai (SPAS). SPAS bertujuan untuk memonitor dan mengevaluasi mengenai kualitas, kuantitas, dan kontinuitas tata air guna meningkatkan dan menyempurnakan pengelolaan lahan dan hutan pada DAS (SK Menhut No.276/Kpts-II/95).
Pada dekade terakhir ini, kondisi DAS yang berada di Papua Barat semakin menurun yang ditandai dengan terjadinya bencana banjir dan longsor di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Penyebab terjadinya bencana alam tersebut selain oleh faktor alamiah berupa iklim dan cuaca yang ekstrim serta kondisi geomorfologi (geologi, tanah dan topografi) juga disebabkan oleh ulah manusia yang melakukan pengrusakan terhadap hutan dan lahan. Salah satu contoh kasus banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Das Prafi dan sekitarnya pada Tahun 2015 yang mengakibatkan spas prafi mengalami kerusakan dan keretakan bangunan. Hal serupa terjadi pada tahun ini tepatnya pada Tanggal 29 Februari 2015, sekitar pukul 20.00-22.00 WIT , Spas Arui yang berlokasi di Kampung Meifora, Distrik Masni hanyut terbawa arus sungai akibat tingginya curah hujan di daerah tersebut dan meluapnya sungai Makuan. Hasil perhitungan estimasi debit banjir menggunakan rumus manning dapat diketahui debit banjir mencapai 1.202,2 m3/detik.
Akibat yang ditimbulkan dari banjir tersebut hanyutnya POS SPAS Arui dan alat-alat pengukuran yang berada di dalamnya. Selain itu, terlihat pula kondisi jalan dan jembatan yang rusak serta beberapa pohon tumbang. Berikut gambaran kondisi sekitar Das Arui setelah bencana banjir dan longsor :

SPAS Arui Hanyut Terkena Banjir

SPAS Arui Hanyut Terkena Banjir

Jalan Rusak Akibat Banjir

Jalan Rusak Akibat Banjir

Berdasarkan data curah hujan Tahun 2015, Das Arui termasuk daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi yakni 12.000 mm/tahun, sehingga dibutuhkan strategi khusus sebagai upaya mitigasi permasalahan serupa yang kemungkinan terjadi di masa akan datang.

posted by: ny_sartika